jurnas.news
Minggu, 19/04/2026 05:45 WIB

DPR Kritik Cara Sosialisasi BMKG: Cenderung Boring dan Tak Menarik Perhatian





Cara penyampaian BMKG soal sosialisasi gempa ini cenderung boring jadi orang tidak semakin awas dengan yang namanya bencana padahal negara kita inikan daerah rawan bencana.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Jakarta, jurnas.news - Kalangan dewan menilai sosialisasi peringatan bencana yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tak menarik perhatian masyarakat untuk awas terhadap bencana.

"Cara penyampaian BMKG soal sosialisasi gempa ini cenderung boring jadi orang tidak semakin awas dengan yang namanya bencana padahal negara kita inikan daerah rawan bencana," kata Anggota Komisi V DPR RI, Athari Gauthi kepada wartawan, Rabu (18/1).

Politikus PAN ini menjelaskan, informasi peringatan bencana yang disampaikan BMKG belum menarik. Padahal, lembaga itu sudah memiliki aplikasi yang seharusnya bisa menarik minat pengguna untuk mencari informasi soal bencana.

"Kemasan BMKG ini belum menarik jadi orang ini enggak aware dengan warning dari BMKG padahal ini aplikasi sudah ada," ucapnya.

Athari menegaskan Komisi V pada prinsipnya mendukung BMKG sebagai mitra untuk berkembang. Untuk itu, dia menyarankan agar BMKG bisa membuat inovasi-inovasi teranyar agar informasi soal bencana bisa lebih menarik.

Terpenting, menyiapkan strategi agar masyarakat tertarik mencari informasi terkait bencana di Tanah Air melalui aplikasi BMKG. Dia kembali mengingatkan agar persoalan gaya penyampaian informasi ini benar-benar menjadi perhatian khusus BMKG.

"Terkait soal penyampaian BMKG yang sangat boring ini harus jadi perhatian, harus ada inovasi dari BMKG dalam menyosialisasikan rawan bencana. Jadi cara penyampaian BMKG soal sosialisasi warning bencana harus dikemas lebih menarik," demikian kata Athari Gauthi.

 

 

 

 

 

KEYWORD :

Warta DPR Komisi V Athari Gauthi BMKG PAN sosialisasi bencana