Paus Fransiskus mengkritis pembantaian minoritas Rohingnya oleh militer Myanmar
Vatikan - Pernyataan yang dilontarkan Paus Fransiskus di Vatikan ini cukup keras terkait kekejaman militer Myanmar yang menyiksa dan membunuh komunitas minoritas di Rohingnya, hanya karena beragama Islam.
Kritik pedas itu disampaikan saat pertemuan dengan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pekan lalu. Dia menyebutkan, pasukan keamanan Myanmar justru melakukan pembunuhan massal, perkosaan, dan membakar seluruh desa."Mereka menderita bertahun-tahun, teraniaya, dibunuh karena ingin menghidupkan budaya dan agama Islam," kata Sri Paus.Dengan kondisi itu, minoritas Rohingnya terbuang dari Myanmar. Hidupnya berpindah dari satu tempat ke tempat lain karena tidak seorang pun menginginkan mereka. "Namun, mereka orang baik-baik, cinta damai. Mereka bukan Nasrani. Mereka orang baik-baik. Mereka saudara kami," katanya. Myanmar sebagai negara yang penduduknya mayoritas muslim sebelumnya menyanggah hampir semua tuduhan melakukan pelanggaran HAM terhadap umat Islam di wilayah utara negara tersebut. Paus berharap bisa mengunjungi wilayah perbatasan Bangladesh pada akhir tahun ini.
Ikuti Update jurnas.news di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: /redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: /redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Sri Paus Myanmar Rohingnya