jurnas.news
Minggu, 19/04/2026 11:21 WIB

UNESCO Kecam Pengeboman Bangunan Bersejarah Ukraina





UNESCO mengutuk pemboman sebuah bangunan bersejarah di kota Lviv, Ukraina barat.

Tim penyelamat bekerja di gedung apartemen yang sebagian hancur akibat serangan rudal di kota Lviv, Ukraina barat, pada 6 Juli 2023, di tengah invasi militer Rusia di Ukraina. Sebuah rudal yang menghantam sebuah blok apartemen di Lviv Ukraina menewaskan empat orang pada 6 Juli, yang menurut walikotanya adalah serangan terbesar terhadap infrastruktur sipil di kota itu sejak dimulainya invasi Rusia. (AFP)

JAKARTA, jurnas.news - UNESCO mengutuk pemboman sebuah bangunan bersejarah di kota Lviv, Ukraina barat, dan menyatakan "belasungkawa yang tulus" kepada keluarga lima korban.

"Serangan ini, yang pertama terjadi di kawasan yang dilindungi oleh Konvensi Warisan Dunia sejak pecahnya perang pada 24 Februari 2022, merupakan pelanggaran terhadap Konvensi ini," kata badan kebudayaan PBB tersebut.

UNESCO menambahkan bahwa serangan Rusia juga melanggar "Konvensi Den Haag 1954 untuk Perlindungan Properti Budaya dalam Peristiwa Konflik Bersenjata."

Rudal Rusia menewaskan lima orang di kota bersejarah Lviv Kamis pagi, dalam apa yang dikatakan walikotanya sebagai serangan terbesar terhadap infrastruktur sipil di Lviv sejak dimulainya invasi Rusia pada Februari 2022.

UNESCO mengatakan bangunan bersejarah yang terkena serangan itu terletak di zona penyangga Situs Warisan Dunia `Lviv - Ensemble of the Historic Centre`."

Organisasi tersebut “menyatakan belasungkawa yang tulus kepada keluarga dari lima korban.”

Sementara Rusia secara teratur menggempur Ukraina dengan rudal, artileri, dan drone, wilayah Lviv di barat, ratusan kilometer dari garis depan dan dekat perbatasan Polandia, sebagian besar terhindar dari serangan udara.

Sumber: Al Arabiya

KEYWORD :

UNESCO Perang Rusia Ukraina Bangunan Bersejarah Ukraina