Politikus Gerindra, Ahmad Riza Patria
Jakarta - Partai Gerindra tetap ngotot presidential threshold atau ambang batas dukungan partai atau gabungan partai untuk calon presiden dihapus.
Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu dari Fraksi Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan, penghapusan presidential threshold sebagai langkah untuk memperbaikin sistem demokrasi di tanah air."Maka ini bisa membangun demokrasi lebih baik karena memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi Parpol untuk dapat mencalonkan capresnya," kata Riza, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/5).Baca juga :
Komisi II DPR Target Bahas RUU Pemilu di 2026
Selain itu, kata Riza, kaderisasi di internal partai politik juga akan terbangun. Dimana, setiap partai akan memiliki peluang untuk mempersiapkan kadernya sebagai calon pemimpin.
"Ini juga bagian penguatan parpol sehingga ke depan parpol tak hanya menyiapkan legislatif di dewan tapi juga calon-calon gubernur, bupati di Pilkada dan Capres," katanya.Diketahui, mayoritas fraksi di DPR setuju penghapusan presidential threshold dalam RUU Pemilu. Sementara, hanya tiga fraksi yang ingin tetap ada presidential threshold, yakni PDI Perjuangan, Partai Golkar dan Partai NasDem.
Komisi II DPR Target Bahas RUU Pemilu di 2026
Ikuti Update jurnas.news di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: /redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: /redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
RUU Pemilu Pemilu 2019 Presidential Threshold