jurnas.news
Kamis, 19/03/2026 08:55 WIB

Ketua Komisi III Habiburokhman Disebut Lukai Marwah Prabowo dan Gerindra





Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerindta, Habiburokhman dinilai telah melukai marwah Presiden Prabowo Subianto dan Partai Gerindra.

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman. (Foto: Dok. Parlementaria)

Jakarta, jurnas.news - Elite politik yang angkuh dan abai terhadap aspirasi rakyat beresiko memicu ketidakstabilan nasional termasuk kemunduran demokrasi. Sehingga, rendah hati serta mau mendengar adalah keharusan bagi elite politik dan pejabat.

Ketua Komisi lll DPR RI Habiburokhman dalam berbagai kegiatan wajib menyerap jeritan rakyat agar dapat menciptakan kebijakan yang representatif, mencegah perselisihan dan mengembalikan kepercayaan publik.

Demikian disampaikan pengamat hukum dan politik Dr Pieter C Zulkifli, SH., MH yang juga sebagai mantan Ketua Komisi III DPR RI. Menurutnya, perilaku pemimpin yang angkuh dan mudah membuat pernyataan-pernyataan yang tidak patut di ruang publik justru dapat melukai marwah DPR dan dapat melukai hati rakyat.

“Sebagai Ketua Komisi III DPR RI, Habiburohman harus menjadi suri tauladan yang baik bagi masyarakat, jangan sebaliknya,” kata Pieter Zulkifli.

Hal itu menyikapi sikap Habiburokhman saat memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) membahas keluhan warga mengenai akses pembangunan rumah ibadah atau musala, di ruang rapat Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (26/2).

Saat itu, Habiburokhman mengusir perwakilan pengembang dari Direksi PT Hasana Damai Putra (HDP) dalam rapat terkait penolakan akses musala dan polemik Sertifikat Hak Milik (SHM) tanah.

Pieter Zulkifli menegaskan, sikap Habiburokhman kontradiktif dengan Presiden Prabowo yang kerap menyampaikan agar memiliki sikap saling menghargai dan menghormati.

“Semenjak dia dipercaya Presiden Prabowo sebagai Ketua Komisi III, bahasa tubuh dan gaya komunikasinya terkesan arogan. Presiden Prabowo selalu mengatakan, seribu teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak,” terang Pieter Zulkifli.

“Seharusnya dia menjaga marwah Partai Gerindra sebagai partai pemerintah bukan malah merendahkan marwah partai dan Presiden Prabowo. Apa yang dia lakukan itu melukai marwah DPR, melukai marwah Gerindra dan melukai marwah Presiden Prabowo,” tambah Pieter Zulkifli.

Selain bersikap arogan dan otoriter dalam memimpin RDPU, kata Pieter Zulkifli, Habiburokham juga kerap melontarkan pernyataan yang kontroversi. Ia mencontohkan, ketika Habiburokhman melontarkan pernyataan yang menyebut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD sebagai orang gagal.

“Pernyataan tersebut tidak patut diucapkan di ruang publik. Beliau adalah senior dan seorang tokoh yang harus dihormati. Kerendahan hati dan menjunjung tinggi etika harus dimiliki oleh Ketua Komisi lll. Jangan mudah meremehkan siapapun,” tutur Pieter Zulkifli.

KEYWORD :

Ketua Komisi III DPR Habiburokhman Lukai Marwah Prabowo Habiburokhman Lukai Marwah Gerindra