Qurabiya terkenal sebagai kue premium dari Iran yang sering disajikan saat momen spesial, termasuk hari raya Idulfitri (Foto: Iran Press)
Jakarta, jurnas.news - Perayaan Idulfitri tidak hanya identik dengan silaturahmi dan hidangan utama, tetapi juga kue-kue khas yang menjadi simbol kebahagiaan setelah sebulan berpuasa di bulan suci Ramadan.
Jika di Indonesia kita mengenal nastar dan kastengel, di berbagai belahan dunia, tradisi serupa hadir dalam bentuk yang berbeda serta unik, sarat sejarah, dan kaya cita rasa.
Dari kahk yang bersejarah hingga lokum yang penuh warna, setiap kue mencerminkan identitas budaya sekaligus cara masyarakat merayakan kebersamaan.
Tradisi ini membuktikan bahwa Idulfitri bukan hanya soal perayaan, tetapi juga tentang berbagi rasa, baik secara harfiah maupun emosional.
Berikut 10 kue Lebaran tradisional dari berbagai negara yang menarik untuk dikenal, bahkan bisa jadi inspirasi sajian di rumah.
1. Kahk – Mesir
Kue klasik dari Mesir ini sudah ada sejak era Firaun. Kahk berbentuk bulat dengan taburan gula bubuk, bertekstur renyah hingga lembut, dan biasanya diisi kurma atau kacang. Kue ini menjadi simbol perayaan Idulfitri yang tak tergantikan di sana.
2. Maamoul – Timur Tengah
Populer di kawasan Timur Tengah seperti Yordania, Lebanon, dan Suriah, maamoul adalah kue shortbread berisi kurma atau kacang. Aromanya khas berkat air mawar atau bunga jeruk, dengan bentuk artistik hasil cetakan tradisional.
3. Qurabiya – Iran
Dari Iran, kue ini dibuat dari almond, gula, dan putih telur. Teksturnya lembut dan sedikit rapuh, dengan taburan pistachio di atasnya. Qurabiya terkenal sebagai kue premium yang sering disajikan saat momen spesial, termasuk hari raya Idulfitri.
4. Lokum (Turkish Delight) – Turki
Camilan manis dari Turki ini berbentuk jeli kenyal berwarna-warni. Lokum biasanya diisi kacang atau kurma dan ditaburi gula halus. Selain lezat, tampilannya juga sangat menarik untuk meja tamu.
5. Fekkas – Maroko
Kue khas Maroko ini mirip biscotti dengan cita rasa kaya rempah. Uniknya, fekkas bisa dibuat dalam versi gurih dengan tambahan daging atau keju, menjadikannya berbeda dari kebanyakan kue Lebaran yang manis.
6. Kaak – Tunisia
Dari Tunisia, kaak adalah roti berbentuk cincin seperti donat. Teksturnya lembut dengan rasa ringan, sering dinikmati bersama teh saat berkumpul di hari raya.
7. Tufahija – Bosnia
Hidangan penutup khas Bosnia dan Herzegovina ini berbahan dasar apel rebus yang diisi kenari. Rasanya manis alami, lembut, dan menyegarkan—berbeda dari kue kering pada umumnya.
8. Kleicha – Irak
Di Irak, kleicha dikenal sebagai “kue nasional”. Bentuknya beragam—dari gulungan hingga cetakan berpola—dengan isian kurma, wijen, atau kacang. Rempah seperti kapulaga memberi aroma khas yang hangat.
9. Şekerpare – Turki
Masih dari Turki, kue ini terbuat dari adonan semolina dan tepung yang dipanggang lalu direndam dalam sirup gula lemon. Rasanya manis, lembut, dan sangat populer saat Lebaran yang dikenal sebagai Şeker Bayramı (festival gula).
10. Cambaabur – Somalia
Kue tipis menyerupai pancake dari Somalia ini biasanya disajikan dengan gula dan yoghurt. Teksturnya lembut dengan rasa sederhana, mencerminkan tradisi kuliner yang hangat dan bersahaja.
Sumber: Berbagai sumber
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: /redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Kue Lebaran Makanan Tradisional Kuliner Khas Idulfitri Kuliner Khas Lebaran