jurnas.news
Kamis, 19/03/2026 03:06 WIB

Keutamaan Hari ke-29 Ramadan dan Doa yang Dianjurkan





Dalam literatur klasik, hari ke-29 Ramadan disebut memiliki keutamaan istimewa yang menggambarkan besarnya ganjaran bagi orang-orang beriman

Ilustrasi - Sedang berdoa (Foto: Pexels/Tanvir Khondokar)

Jakarta, jurnas.news - Memasuki hari ke-29 Ramadan, umat Muslim berada di fase paling menentukan dalam bulan suci yang penuh keberkahan. Pada titik ini, ibadah tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga momentum untuk meraih puncak rahmat dan ampunan.

Dalam literatur klasik, hari ke-29 Ramadan disebut memiliki keutamaan istimewa yang menggambarkan besarnya ganjaran bagi orang-orang beriman. Salah satu rujukan yang kerap dikutip adalah kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah karya Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi.

Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa Allah SWT menjanjikan balasan luar biasa berupa ribuan kediaman indah di surga bagi hamba-Nya yang beribadah dengan sungguh-sungguh. Gambaran ini menjadi simbol kemuliaan dan kenikmatan spiritual yang menanti mereka yang menuntaskan Ramadan dengan penuh keimanan.

Lebih lanjut, setiap kediaman digambarkan memiliki menara putih megah yang dilengkapi tempat istirahat dari bahan terbaik serta dihiasi kemewahan yang melampaui imajinasi dunia. Deskripsi ini bukan sekadar gambaran fisik, melainkan penegasan tentang besarnya pahala yang disiapkan bagi orang-orang yang taat.

Di sisi lain, hari ke-29 juga berada dalam rentang sepuluh hari terakhir Ramadan yang dikenal sebagai periode paling utama dalam keseluruhan bulan. Pada fase ini, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak doa, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Hal ini menjadi semakin penting karena di antara malam-malam tersebut terdapat Lailatul Qadar, malam yang diyakini lebih baik dari seribu bulan. Oleh karena itu, setiap detik di penghujung Ramadan memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi.

Sejalan dengan itu, doa menjadi amalan utama yang dianjurkan pada hari ke-29 sebagai bentuk permohonan rahmat dan perlindungan. Doa ini mencerminkan harapan agar hati dibersihkan dari kebencian serta dijauhkan dari berbagai fitnah kehidupan.

Berikut doa yang dianjurkan pada hari ke-29 Ramadan:

Arab:
اَللَّهُمَّ غَشِّنِيْ فِيْهِ بِالرَّحْمَةِ وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ التَّوْفِيْقَ وَ الْعِصْمَةَ وَ طَهِّرْ قَلْبِيْ مِنْ غَيَاهِبِ التُّهَمَةِ يَا رَحِيْمًا بِعِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ

Latin:
Allâhumma ghasysyinî fîhi birrahmati warzuqnî fîhit tawfîqa wal ‘ismata wa thahhir qalbî min ghayâhibit tuhmati rahîman bi’ibâdihil mukminîn

Terjemahan:
Ya Allah, lingkupilah aku di bulan ini dengan rahmat-Mu, anugerahkan kepadaku taufik dan penjagaan-Mu. Sucikanlah hatiku dari benih-benih fitnah dan kebencian, wahai Yang Maha Pengasih kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.”

Dengan demikian, hari ke-29 bukan sekadar penutup rangkaian puasa, melainkan kesempatan terakhir untuk memaksimalkan amal sebelum Ramadan berakhir. Momentum ini mengingatkan bahwa keberhasilan Ramadan tidak hanya diukur dari lamanya berpuasa, tetapi dari kualitas kedekatan spiritual yang berhasil dibangun. (*)

KEYWORD :

Hari ke-29 Ramadan Puasa Ramadan Doa yang Dianjurkan Bulan Ramadan