jurnas.news
Sabtu, 18/04/2026 22:19 WIB

Dapat Perlindungan, Dua Pesepak Bola Wanita Iran Resmi Menetap di Australia





Dua pesepak bola wanita asal Iran menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Australia atas pemberian visa perlindungan selama perang Iran.

Pemain Iran Fatemeh Pasandideh memberi hormat saat lagu kebangsaan dinyanyikan sebelum pertandingan Piala Asia Wanita AFC 2026 (Foto: Dave Hunt/EPA)

Jakarta, jurnas.news - Dua pesepak bola wanita asal Iran, Fatemeh Pasandideh dan Atefeh Ramezanisadeh, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Australia atas pemberian visa perlindungan bagi mereka.

Keduanya kini bersiap melanjutkan karier sepak bola profesionalnya setelah memutuskan untuk mencari perlindungan di tengah situasi politik yang memanas di tanah airnya.

Dalam pernyataan publik pertama mereka, kedua pemain tersebut mengaku bahwa dukungan dari pemerintah Australia telah memberikan harapan baru. Mereka kini dapat membayangkan masa depan di mana mereka bisa hidup dan bertanding dalam kondisi aman.

"Kami ingin menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada pemerintah Australia, khususnya Menteri Dalam Negeri Tony Burke, karena telah memberikan perlindungan kemanusiaan dan tempat tinggal yang aman di negara yang indah ini," tulis pernyataan bersama tersebut.

Langkah ini bermula saat Australia awalnya memberikan visa kemanusiaan kepada enam pemain dan satu staf pendukung tim nasional Iran.

Tawaran ini muncul setelah kampanye Piala Asia mereka di Australia bertepatan dengan serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Namun, dari rombongan tersebut, lima orang di antaranya akhirnya berubah pikiran dan memilih kembali ke Iran. Hal ini menyisakan hanya Pasandideh dan Ramezanisadeh yang tetap bertahan di Australia.

Saat ini, kedua atlet elite tersebut dilaporkan telah memulai sesi latihan bersama tim liga utama wanita Australia (A-League Women), Brisbane Roar, sejak bulan lalu.

"Pada tahap ini, fokus utama kami adalah keselamatan, kesehatan, dan memulai proses membangun kembali kehidupan kami," ujar mereka. "Kami adalah atlet elite, dan tetap menjadi impian kami untuk melanjutkan karier olahraga kami di sini, di Australia."

Kekhawatiran akan keselamatan para pemain ini mencuat setelah beberapa dari mereka tidak menyanyikan lagu kebangsaan Iran saat laga Piala Asia.

Aksi tersebut memicu reaksi keras dari stasiun TV negara Iran yang melabeli mereka sebagai "pengkhianat waktu perang".

Sementara itu, anggota tim nasional Iran lainnya telah tiba kembali di Teheran bulan lalu melalui perbatasan Turki setelah menempuh perjalanan pulang yang penuh ketegangan dari Australia.

KEYWORD :

Pesepak Bola Iran Visa Perlindungan Perang Iran Fatemeh Pasandideh Atefeh Ramezanisadeh