ilustrasi instagram (Pexels)
Istambul - Wakil Jaksa Agung Iran, Mohammad Mosaddek mengungkapkan bahwa negaranya akan melarang penggunaan Instagram. Mereka tidak peduli walau media sosial itu paling banyak digunakan dinegaranya.
Mosaddek tak memberikan informasi kapan larangan itu akan diterapkan. Sementara itu, alasan pelarangan tersebut adalah "penyalahgunaan bantuan untuk orang-orang miskin melalui Instagram oleh beberapa seniman".Sebelumnya, penggunaan situs jejaring sosial di Iran seperti Facebook dan Twitter telah dilarang. Pada bulan April kemarin Iran telah menutup akses penggunaan Telegram setelah meledaknya aksi protes anti rezim yang bermula dari kota Mashhad dan menjalarkan ke kota-kota lain pada Desember lalu.Telegram menempati urutan pertama dalam katagori penggunaan internet di negara tersebut dengan persentase 55 persen, lalu diikuti oleh Instagram dengan 23 persen. Setelah peristiwa-peristiwa demonstrasi oleh para pedagang di Teheran yang memprotes kenaikan dolar secara pesat, pemerintah Iran mengambil keputusan akan menutup akses penggunaan Instagram di negara tersebut. (AA)
Ikuti Update jurnas.news di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: /redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: /redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Instagram Iran Media Sosial