Tim pemenangan Prabowo-Sandiaga, Ferdinand Hutahaean
Jakarta - Polemik pembebasan terpidana terorisme Abu Bakar Ba`asyir dinilai sebagai bukti bahwa pemerintahan Presiden Jokowi amburadul alias tidak beres dalam segi ketatanegaraan.
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahahean mengatakan, pro kontra di internal pemerintahan Jokowi terkait pembebasan Ba`asyir sangat disayangkan."Ini membuktikan bahwa pemerintahan Jokowi amburadul dalam sisi ketatanegaraan, tata pemerintahan, administrator buruk sekali," kata Ferdinand, Jakarta, Selasa (23/1).Baca juga :
Inilah Kasus-kasus Sektor Pertanian Era Jokowi
Bahkan, kata Ferdinand, Presiden Jokowi tidak berdaulat dalam mengambil keputusan. Dimana, Jokowi tunduk kepada tekanan-tekanan.
"Negara kita sedang tidak berdaulat di bawah pemerintahan Jokowi. Presiden Jokowi tidak berdaulat dalam posisinya, tunduk kepada tekanan-tekanan," tegasnya.Diketahui, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto berbeda pendapat dengan kuasa hukum Jokowi, Yusril Ihza Mahendra.Wiran menyebut, pemerintah masih mempertimbangkan pembebasan Ba`asyir. "Masih perlu dipertimbangkan dari aspek-aspek lainnya seperti aspek ideologi Pancasila, NKRI, hukum, dan lain sebagainya," kata Wiranto.
Sementara, Yusril mengaku, dirinya diutus Presiden Jokowi untuk mengusur pembebasan Ba`asyir. Adapun alasan Jokowi membebaskan Ba`asyir adalah karena kemanusiaan.
Inilah Kasus-kasus Sektor Pertanian Era Jokowi
Ikuti Update jurnas.news di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: /redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: /redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Pilpres 2019 Presiden Jokowi Pembebasan Baasyir