Komisi I DPR, Syaiful Bahri Anshori
Jakarta - Dari beberapa kesuksesan pembangunan sepanjang dua tahun pemerintahan Presiden Jokowi, namun dari segi keamanan Indonesia dinilai masih mengalami ancaman dari negara lain.
Demikian disampaikan Anggota Komisi I DPR yang membidangi pertahanan dan keamanan, Syaiful Bahri Anshori, ketika dihubungi jurnas.news, Jakarta, Kamis (20/10).Menurutnya, minimnya pengawasan terhadap bangsa asing yang masuk ke Indonesia menjadi salah satu ancaman yang mesti diperhatikan pemerintahan Presiden Jokowi.Baca juga :
Setujui RUU PPSK, Fraksi PKB: Momentum Strategis Menata Fondasi Sektor Keuangan Nasional
"Keamanan kita agak terancam, karena kita tidak sekuat negara-negara maju. Di negara mana pun jika ada orang datang harus diawasi," kata Syaiful.
Sebab, kata Syaiful, di beberapa daerah perbatasan Indonesia cukup rawan. Sehingga, harus menjadi perhatian yang serius bagi pemerintah."Daerah perbatasan kita sangat rawan, baik di Papua maupun Kalimantan. Karena daerah perbatasan itu sebagian besar masyarakatnya miskin, jadi harus menjadi prioritas," tegasnya.Untuk itu, lanjut Syaiful, pemerintah harus memulai pembangunan dari mulai perbatasan hingga desa. Menurutnya, masih banyak hal lainnya yang meski dievaluasi kabinet Jokowi selama tiga tahun sisa pemerintahannya.
"Terus terang ada banyak hal yang perlu dikritisi, pertama Pak Jokowi ini harus mengevaluasi dengan berbasis desa," terang politikus PKB itu.
Setujui RUU PPSK, Fraksi PKB: Momentum Strategis Menata Fondasi Sektor Keuangan Nasional
Ikuti Update jurnas.news di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: /redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: /redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Presiden Jokowi Dua Tahun Pemerintahan Jokowi PKB Komisi I DPR Syaiful Bahri Anshori jurnas.news