Ketum Partai Demokrat SBY
Jakarta - Presiden ke enam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut intelijen telah menebar fitnah kepada salah satu partai politik terkait rencana demo besar-besaran sejumlah Ormas Islam pada Jumat (4/11).
Menurutnya, informasi yang diberikan intelijen tersebut telah menghina rakyat yang hendak menuntut keadilan hukum di tanah air. "Pertama, fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Kedua, (intelijen) menghina rakyat bukan kelompok bayaran," kata SBY, dalam jumpa pers di kediamannya di Puri Cikeas, Bogor, Rabu (2/11).Hal itu menanggapi adanya informasi yang menyebut demo besar-besaran sejumlah Ormas Islam terkait tuntutan atas kasus hukum dugaan penistaan agama yang menyeret Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada Jumat (4/11) nanti didanai pihak tertentu atau partai politik.Meski tidak menyebut secara gamblang siapa pihak yang mendanai demo itu, SBY mengecam analisa intelijen tersebut. Menurutnya, informasi itu telah menebar fitnah dan menimbulkan spekulasi yang cukup berbahaya. "Kita tahu Arab Spring mulai dari Mesir, Libya, Tunisia, dan Yaman itu tidak ada dikatakan penggeraknya. Yang komandoi media sosial. Jadi, jangan tiba-tiba simpulkan ini yang menggerakkan, ini yang mendanai," tegasnya."Saya dengar dan saya kroscek benar adanya, mudah-mudahan yang saya dengar tidak benar, tidak seperti itu kalau ada analisis intelijen, termasuk sumber kepolisian bahwa ada pihak ini yang mendanai," tambah SBY.
Ikuti Update jurnas.news di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: /redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: /redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Pilkada DKI Jakarta Pilgub DKI Jakarta Ahok Alquran DPR Polri SBY Intelijen jurnas.news