Gereja Oikumene Dibom
Jakarta - Teror bom di Gereja Oikoumene Samarinda, Kalimantan Timur dinilai sebagai kegagalan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam memberangus pelaku teroris.
Wakil Ketua Komisi III DPR Desmon J Mahesa mengatakan, program deradikalisasi yang dilakukan oleh BNPT tidak memberi manfaat bagi pelaku teroris."Dasarnya sederhana, sebelum ada BNPT, teroris nggak sedahsyat sekarang. Setelah ada lembaga ini kok semakin parah. Kesannya ada project," kata Desmon.Sebab, kata Desmon, pelaku teror tersebut merupakan mantan narapidana terorisme. Untuk itu, Desmon mempertanyakan pegawasan yang dilakukan oleh BNPT. "Ini kan pelakunya mantan pelaku teror yang sudah masuk Lapas, itu kan dalam pengawasan BNPT. Kalau ada yang melakukan bom lagi, berarti kan pengawasan itu gagal," tegasnya.Diketahui, pelaku teror bom di halaman Gereja Oikoumene Samarinda, Kalimantan Timur belakangan diketahui merupakan eks napi kasus teroris bom buku pada 2011 silam.
Ikuti Update jurnas.news di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: /redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: /redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Gereja Oikumene Gereja Dibom Samarinda Terorisme Desmon J Mahesa