Logo Apple (Foto: Ist)
Awal Oktober 2025, Apple kembali menjadi sorotan publik tanah air dengan rencana peluncuran iPhone 17, iPhone 17 Pro, dan iPhone 17 Pro Max di Indonesia. Antusiasme penggemar teknologi begitu terasa, mulai dari antrean pre-order hingga diskusi hangat di media sosial.
Di balik gegap gempita rilis perangkat terbaru ini, ada kisah menarik mengenai salah satu elemen paling melekat dari perusahaan teknologi asal Cupertino itu, logo Apple yang sederhana, namun penuh makna.
Seiring berjalannya waktu, Apple mengubah logo pelangi menjadi desain monokrom pada akhir 1990-an. Perubahan ini sejalan dengan kebangkitan perusahaan di bawah Steve Jobs, sekaligus menyesuaikan tren desain yang lebih elegan, modern, dan futuristis. Logo apel tergigit kemudian tampil fleksibel dapat berwarna perak, putih, atau hitam, tergantung produk dan kampanye yang diusung.
Logo Apple sering dipuji sebagai salah satu identitas merek paling kuat di dunia. Kesederhanaannya justru membuatnya mudah dikenali, sementara filosofi “gigitan” juga kerap ditafsirkan sebagai simbol pengetahuan merujuk pada kisah buah pengetahuan dalam mitologi dan agama. Bagi Apple, logo itu mencerminkan perpaduan teknologi dengan humanisme, alat yang tidak hanya canggih, tapi juga dirancang untuk mendukung kehidupan sehari-hari manusia.
Kini, saat Apple bersiap meluncurkan iPhone 17 Series di Indonesia, logo apel tergigit kembali menghiasi berbagai poster, iklan, hingga toko resmi. Simbol yang lahir hampir lima dekade lalu itu tetap bertahan, mengiringi setiap langkah inovasi perusahaan.
Dari komputer personal pertama hingga smartphone canggih dengan teknologi kecerdasan buatan, logo tersebut seakan menjadi jembatan sejarah antara masa lalu, kini, dan masa depan.
Minggu, 26/04/2026 14:33 WIB
Sabtu, 25/04/2026 04:04 WIB
Kamis, 23/04/2026 06:30 WIB