Ilustrasi - ini cara melindungi data pribadi agar tidak bocor (Foto: Ist)
Jakarta, jurnas.news - Di era serbadigital, hampir semua aktivitas meninggalkan jejak: belanja, mengisi formulir, mengunduh aplikasi, hingga bermain media sosial.
Jejak inilah yang sering disasar pelaku kejahatan siber — mulai dari penyalahgunaan identitas, penipuan, hingga pembobolan akun. Sayangnya, banyak orang baru sadar pentingnya keamanan digital setelah mengalami kerugian.
Banyak aplikasi meminta akses kamera, lokasi, kontak, bahkan mikrofon — padahal tidak selalu diperlukan.
Cek kembali izin aplikasi secara berkala. Nonaktifkan izin yang tidak relevan agar data tidak disedot tanpa sadar.
KTP, kartu keluarga, tiket, boarding pass, hingga kartu vaksin sering diunggah ke media sosial. Padahal, informasi itu bisa dipakai untuk kejahatan. Upload seperlunya — sensor bagian sensitif, atau lebih baik tidak membagikannya sama sekali.
WiFi publik rawan penyadapan. Hindari transaksi finansial, login ke bank, atau mengisi data penting saat tersambung WiFi umum. Jika terpaksa, gunakan VPN tepercaya.
Pembaruan (update) bukan hanya menambah fitur, tetapi menutup celah keamanan. Tunda update berarti membiarkan pintu terbuka bagi peretas. Aktifkan pembaruan otomatis bila memungkinkan.
Jum'at, 24/04/2026 07:28 WIB
Kamis, 23/04/2026 06:30 WIB