Ilustrasi - mata uang Rupiah Indonesia dan Dolar Amerika Serikat (Foto: Istimewa)
Jakarta, jurnas.news - Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Kamis pagi di Jakarta. Mata uang Garuda naik 7 poin atau sekitar 0,04 persen ke level Rp16.929 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp16.936 per dolar AS.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menilai penguatan rupiah masih dipengaruhi sentimen positif dari keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan.
Ke depan, BI menyatakan akan terus memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan kebijakan makroprudensial yang telah dijalankan.
BI juga tetap membuka ruang penurunan suku bunga lanjutan, dengan mempertimbangkan proyeksi inflasi 2026–2027 yang tetap terjaga dalam sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen.
"Dengan menahan bunga, maka BI telah meredakan ekspektasi negatif melalui sinyal kehati-hatian yaitu tidak tergesa-gesa menaikkan bunga, sehingga daya tarik aset domestik dapat tetap terjaga," ujar Rully.
Dari sisi eksternal, sentimen global turut membaik setelah meredanya ketegangan geopolitik antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemerintah Denmark terkait isu Greenland.
Trump disebut telah mencabut ancaman tarif terhadap sejumlah negara Eropa, seiring kabar tercapainya “kerangka kesepakatan” antara Amerika Serikat dan Greenland. Ia juga menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan militer dalam upaya mengambil alih wilayah tersebut.
Sebelumnya, pernyataan keras Trump mengenai Greenland, termasuk ancaman tarif bertahap 10–25 persen terhadap delapan negara NATO serta tarif 200 persen untuk anggur Prancis, sempat memicu lonjakan volatilitas di pasar global. (Ant)
Sabtu, 25/04/2026 04:04 WIB
Kamis, 23/04/2026 06:30 WIB