Ilustrasi - ini sejarah dan asal usul peringatan hari matematika setiap tangal 14 Maret (Foto: Unsplash)
Jakarta, jurnas.news - Bagi sebagian besar orang, tanggal 14 Maret mungkin hanyalah tanggal biasa dalam kalender.
Namun, bagi komunitas sains dan pendidikan, tanggal ini merupakan perayaan besar yang menyatukan dunia dalam angka.
Seiring berjalannya waktu, perayaan Hari Pi tidak lagi hanya sekadar tradisi memakan kue pai atau perlombaan menghafal digit angka.
Komunitas matematika global merasa perlu adanya pengakuan yang lebih luas untuk menekankan peran matematika dalam kemajuan peradaban manusia. Melalui dorongan dari International Mathematical Union (IMU), usulan tersebut akhirnya dibawa ke ranah internasional.
Pada November 2019, sesi ke-40 Konferensi Umum UNESCO secara resmi menetapkan 14 Maret sebagai Hari Matematika Internasional (IDM).
Penetapan resmi ini memperluas makna perayaan. Jika sebelumnya fokus utama hanya pada angka Pi, kini setiap tahunnya dipilih tema khusus yang menyoroti bagaimana matematika membantu menjawab tantangan dunia, mulai dari pemodelan perubahan iklim, kecerdasan buatan, hingga analisis penyebaran penyakit.
Menariknya, tanggal ini juga bertepatan dengan dua peristiwa besar dalam dunia sains: hari kelahiran fisikawan jenius Albert Einstein dan hari wafatnya kosmolog legendaris Stephen Hawking, yang semakin menambah kesakralan tanggal tersebut bagi para pecinta ilmu pengetahuan.
Sabtu, 25/04/2026 10:02 WIB
Sabtu, 25/04/2026 04:04 WIB
Kamis, 23/04/2026 06:30 WIB