Serangan hari Sabtu di rumah sakit di Afrin yang dikuasai oposisi dilakukan oleh kelompok YPG, kata para pejabat di Turki yang berbatasan dengan Suriah.
Militer Turki dan sekutu pemberontak Suriahnya merebut Afrin, sebuah distrik yang mayoritas Kurdi, dari YPG pada Maret 2018 dalam serangan besar-besaran.
Demikian disampaikan oleh Komandan Pasukan Demokrat Suriah (SDF) Adnan Afrin pada Sabtu (2/3) dikutip dari Reuters.
Selain itu, pasukan keamanan juga sedang menyisir area itu untuk mengamankannya dari bahan peledak dan ranjau.
Sekitar 39.000 warga Suriah telah kembali ke kampung halaman mereka, terutama wilayah Azaz, Afrin, Jarabulus, dan al-Bab, yang telah aman berkat operasi militer Turki – Perisai Eufrat dan dan Ranting Zaitun, kata pejabat kantor migrasi di Turki.
Petugas polisi yang menyelesaikan pelatihan selama 21 hari akan bertugas di wilayah Afrin.
Selain itu, 4.305 teroris juga telah dilumpuhkan dalam Operasi Ranting Zaitun di wilayah Afrin, Suriah, tambah pernyataan tersebut.
Presiden Turki mengkritik pernyataan Menlu Rusia yang meminta Ankara untuk menyerahkan Afrin kepada rezim Assad
Melalui media sosial, mereka menyebarkan sebuah gambar yang menggabungan foto palsu dengan judul "Ada genosida di Afrin"
Pejuang oposisi Suriah yang dipimpin Turki telah maju sejak melancarkan serangan terhadap Afrin pada 20 Januari lalu