Koalisi partai politik dalam pencalonan calon Presiden dan calon wakil presiden belum bisa dipastikan bisa bertahan sampai resmi pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Gelora Indonesia dihadapan jajaran elite Partai Gerindra secara resmi bergabung bersama Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden (Capres) pada Pilpres 2024, Sabtu (19/8).
Pertemuan-pertemuan selama ini, bukan pertemuan gagasan. Tapi merupakan pertemuan, kamu punya berapa tiket? Tiketnya bisa digabung atau tidak, serta berbasisnya lebih pragmatis dan transaksional.
Tinggal kami sdang mengatur mekanisme teknis untuk menyatakan secara resmi sebagai satu keputusan nasional. Tetapi sesungguhnya, dukungan yang diberikan Partai Gelora ke pak Prabowo ini, telah mencapai hampir 100 persen
Presiden Jokowi sendiri menjawab enteng (setiap kritikan yang diarahkan ke dirinya), dengan mengatakan, ‘itu soal kecil!’ Terus kenapa yang lain anggap besar? Aneh?
Apa kerjaan kalian yang di DPR RI? Kalau kerja mengkritik harus dilimpahkan kepada rakyat yang berjibaku cari makan untuk anak dan istrinya. Kalian (DPR RI) digaji dengan fasilitas dan proteksi negara, tetapi kalian tidak menjalankan tugas kalian untuk mengkritik. Jadi berterimakasihlah kepada pada orang-orang yang melampui seperti Rocky
Musik yang ringan serta gampang diingat akan membuat pendengar terngiang serta ikut menyanyikan liriknya saat mendengarkan lagunya.
Sebagai contoh, masuknya Budiman Sujatmiko mendukung Prabowo Subianto, menunjukan bahwa adanya niatan untuk menghentikan kecurigaan dan fitnah kepada Prabowo seperti selama ini.
Harus ada waktu bagi kita semua untuk bersatu dan memulai konsolidasi besar-besaran secara nasional. Kita tidak perlu lagi memberikan atau melayani gagasan-gagasan untuk saling melemahkan dan bertengkar tentang soal-soal yang tidak ada dasarnya dan tidak ada ujung pangkalnya.