Ibu negara Afganistan, Rula Ghani, curhat soal konflik di negaranya. Berikut penuturannya.
Pemimpin tertinggi kelompok militan al-Qaeda tewas bersama 80 orang dalam operasi militer gabungan tentara Afganistan, intelijen dan pasukan pimpinan NATO.
Tidak ubahnya seperti Indonesia, Afganistan juga pernah merasakan kedamaian di atas perbedaan suku dan bahasa
sekitar setengah pasukan baru akan datang dari Amerika Serikat (AS), sementara sisanya akan dipasok oleh 28 negara anggota NATO lainnya.
Sebelum memaksa masuk ke dalam gedung kantor, kawanan teroris itu sempat melemparkan granat lalu meledak.
Petempur Taliban juga telah mengkonfirmasi baku-tembak itu dan menyatakan, 14 personel keamanan tewas dalam bentrokan pada pagi hari.
Bom mobil bunuh diri dan serangan bersenjata di provinsi Afghanistan menewaskan sedikitnya 33 orang, termasuk kepala polisi, dan melukai 160 lainnya.
Operasi itu dilancarkan di Provinsi Nangarhar, Nuristan, Kapisa, Paktia, Ghazni, Logar, Kandahar, Zabul, Oruzgan, Herat, Farah, Badghis, Balkh, Faryab dan Helmand.
Taliban juga membuat pernyataan dengan membantah terlibat dalam serangan pemakaman itu, yang dihadiri sejumlah anggota parlemen dan pejabat tinggi.
Sekitar 80 orang tewas dan lebih dari 300 lainnya luka-luka, sebagian besar dari mereka warga sipil yang menyusul pemboman truk besar-besaran di jantung kota Kabul pada Rabu pagi.