Sekelompok pemuda diduga penyusup, memprotes agar kegiatan bedah buku tersebut diberhentikan.
Peristiwa kelam masa lalu, kata dia tidak bisa dilupakan begitu saja, sebab catatan hitam itu telah mencederai demokrasi dan hak asasi manusia.
Dia mengatakan buku ini bisa menjadi pembuka cakrawala khususnya generasi muda agar melihat rekam jejak dari pemimpin yang akan dipilih.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh narsum seperti Akademisi, pengamat politik, Pegiat HAM dan Keadilan Sosial, Pegiat Pemilu dan Demokrasi, dan Presiden Mahasiswa Unsil.
Negara ini akan menghargai kemanusian, dan menghargai demokrasi selama kemudian telah mengadili dan pelaku pelanggar HAM.
Sejumlah Aktivis Mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa, Aktivis Lingkungan, Pegiat Pemilu dan Demokrasi menggelar Bedah Buku Hitam Prabowo Subianto;
Pembicara utama sekaligus penulis buku Buya Azhar mengatakan buku ini sebagai harapan agar kasus HAM tidak terulang lagi.
Penuntasan kasus HAM harus menjadi prioritas kerja mereka yang terpilih kelak, termasuk Prabowo Subianto
Permasalahan Sungai Citarum sangatlah kompleks, menyangkut permasalahan dari hulu sampai hilir sungai.
Antusiasme generasi muda Kabupaten Bogor untuk mengetahui dan memahami rekam jejak para kontestan pilpres 2024 yang akan datang cukup tinggi.