Pemerintah menuduh pemberontak menggunakan warga sipil sebagai tameng di sebelah barat kota Al-Hudaydah.
Arab Saudi dan Amerika Serikat setuju untuk mengakhiri pengisian bahan bakar pesawat dari koalisi pimpinan Saudi yang memerangi pemberontak Houthi di Yaman, menghentikan aspek memecah-belah dukungan AS terhadap perang yang telah mendorong Yaman ke jurang kelaparan.
Tersangka diduga menggunakan ByLock, aplikasi ponsel terenkripsi yang digunakan oleh FETO.
Abd al-Bari Tahir, mantan kepala serikat jurnalis Yaman, dilaporkan menjadi salah seorang di antara mereka yang diculik pada Kamis (25/10) waktu setempat.
Yaman yang miskin tetap dalam keadaan perang sipil sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara, termasuk ibukota Sana`a.
Pekan lalu, pesawat tempur Rusia dan Suriah melanjutkan kampanye pemboma di Idlib, daerah kantong pemberontak di Suriah, setelah sempa mengalami ketenangan.
Para pejabat AS mengatakan, beberapa hari terakhir menmukan bukti, pasukan pemerintah Suriah sedang mempersiapkan senjata kimia untuk menyerang kantong yang dikuasai pemberontak di Idlib di bagian barat laut negara itu.
Pernyataan ini muncul setelah adanya spekulasi Damaskus merencanakan serangan yang didukung Rusia di provinsi yang dikuasai pemberontak tersebut.
Menteri HAM Yaman mengatakan, pelanggaran Houthi terhadap perempuan Yaman meliputi pembunuhan, pencederaan, dan pelecehan
Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan jeda dalam serangan yang didukung terhadap pemberontak Houthi di kota pelabuhan Yaman, Hodeidah.