Dengan dukungan pertanian dari saudara sebangsa di Merauke, maupun dari berbagai daerah lumbung beras lainnya, Indonesia bisa surplus beras.
Luas panen Padi Kabupaten Maros hingga Maret 2021 mencapai 10.848 hektare dan April 17.400 hektare dimana pada 2020 produksi beras Kabupaten Maros mengalami surplus sebesar 113.496 ton.
Surplus penyerapan ini sesuai dengan upaya Ditjen PKH yang terus melakukan stabilisasi perunggasan dengan mengimbau perusahaan pembibit menyerap livebrid di tingkat peternak UMKM.
Pada periode Januari-Agustus 2020, kinerja neraca perdagangan Indonesia dengan negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menunjukan performa positif dengan mencatatkan surplus sebesar USD 2,46 miliar.
Akumulasi Neraca Perdagangan melanjutkan tren surplus berturut-turut selama 5 bulan terakhir
Diperkirakan hingga akhir Desember 2020, stok beras surplus 7,53 juta ton.
Kepercayaan kepada Gapoktan melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar menunjukkan, perangkat pemerintah Kabupaten Blitar sangat mendukung produksi petaninya sendiri dengan mempercayai penyediaan Bansos bagi warga yang terdampak COVID-19.
Surplus transaksi modal dan finansial tercatat US$10,5 miliar terutama berasal dari aliran masuk neto investasi portofolio dan investasi langsung
Pada akhir tahun 2020 Indonesia berpotensi mendapat tambahan surplus beras sebesar 6,11 juta ton.
Padahal, jika bawang merah surplus, maka harusnya harga jenis sayuran favorit dalam dunia kuliner sepanjang sejarah peradaban itu tetap stabil.