Administrasi Trump yang keluar dari perjanjian nuklir 2015 (JCPOA) mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap Eropa dan negara-negara lain yang berbisnis dengan Iran.
Iran dapat mengganggu ekspor regional jika minyaknya berhenti diimpor setelah Presiden AS Donald Trump pada Mei keluar dari kesepakatan nuklir yang ditandatangani dengan kekuatan dunia dan Uni Eropa.
Iran telah berkomitmen untuk kesepakatan 2015, yang juga dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama
Dan hasil utama dari tur Presiden Rouhani di Eropa bisa menjadi jaminan yang akan diberikan oleh Eropa untuk komitmen mereka terhadapa kesepakatan nuklir Iran 2015.
Trump optimistis pertemuan bersejarah yang digelar bulan di antara kedua pemimpin negara tersebut, berdampak baik pada upaya AS untuk melakukan denuklirisasi.
Pertemuan yang dihadiri oleh Menteri Luar Negeri, Iran, Jerman, Prancis, Rusia, Inggris, dan China itu akan membahas paket insentif Uni Eropa
Austria dan Uni Eropa bertekad mati-matian untuk menjaga kesepakatan perbankan mereka dengan Iran dalam kondisi sulit saat ini.
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo akan membahas rencana tersebut dengan para pejabat Korut dalam waktu dekat.
Rouhani diketahui akan melakukan sejumlah pembicaraan dengan Presiden Swiss Alain Berset, termasuk hubungan bilateral kedua negara.
Dalam peringatan hari industri nasional dan tambang, ia mengatakan, bahwa minyak mentah Iran akan ditawarkan di bursa dan sektor swasta dapat mengekspornya.