Ketegangan antara Washington dan Teheran telah meningkat sejak Presiden AS, Donald Trump pada 2018 secara sepihak menarik diri dari kesepakatan itu.
Pasukan pro-pemerintah di Yaman menggagalkan operasi penyelundupan senjata ke Dewan Transisi Selatan (STC) yang didukung UEA
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu meminta rekannya dari Rusia Sergey Lavrov untuk menekan Armenia agar mematuhi gencatan senjata.
Iran menyerukan Azerbaijan dan Armenia supaya menghentikan eskalasi militer, dan mematuhi gencatan senjata antara kedua negara.
Ummat Islam di bawah komando kiai memanggul senjata maupun tidak, pergi ke medan pertempuran untuk mempertahankan Indonesia dari penjajah yang menolak menyerah.
Putin, yang telah berjanji untuk meningkatkan kehadiran militer Rusia di Kutub Utara, berbicara tentang rudal hipersonik dan senjata Rusia generasi baru dalam pidatonya pada Maret 2018.
Uni Emirat Arab (UEA) dikabarkan telah meningkatkan pengiriman senjata yang diarahkan ke milisi Marsekal Lapangan Khalifa Haftar
Iran membantah tuduhan bahwa senjata dan peralatan militer telah diangkut ke Armenia
Washington memberlakukan sanksi baru pada Senin (21/9) terhadap Kementerian Kertahanan Iran dan lainnya yang terlibat dalam program senjata dan nuklirnya.
Turki mengecam keputusan Uni Eropa untuk memberikan sanksi kepada salah satu perusahaannya karena diduga melanggar embargo senjata PBB di Libya.