Beberapa hari sebelumnya, Trump mengancam akan menjatuhkan sanksi pada mitra bisnis Iran jika tidak memotong impor minyak Iran ke "nol" pada 4 November.
Iran masih tetap menunggu sembari negara-negara Eropa berdiskusi untuk merancang proposal tersebut.
Ayatollah Sayyid Ali Khamenei mengatakan Amerika Serikat (AS) sedang melakukan tekanan ekonomi terhadap Iran untuk menabur perpecahan di antara bangsa dan pemerintah, tetapi upaya tersebut akan sia-sia.
Penilaian terbaru dari badan intelijen itu nampak bertentangan dengan kesimpulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Tokyo dan Washington berdiri teguh untuk tujuan bersama mereka, yakni mengakhiri senjata nuklir, biologi dan kimia Korea Utara.
Demi menjaga harga diri bangsa, Rouhani menjamin AS akan `bertekuk lutut` kepada Iran.
Abbas Jafari-Dolatabadi mengatakan beberapa pengunjuk rasa di dekat bazaar ditangkap pada Senin dan tidak akan dibebaskan sebelum pergi ke pengadilan.
Pada Senin, para pedagang berkumpul di luar parlemen mengeluh tentang penurunan tajam nilai mata uang nasional. Kemudian pada Selasa sejumlah penjaga toko dan pedagang menutup bisnisnya. Grand Bazaar Teheran pun demikian.
Ia mengatakan Teheran bernegosiasi dengan delegasi yang tersisah untuk memastikan apakah mereka dapat memberi kami paket yang dapat memberi Iran manfaat dari pencabutan sanksi.
Komentar Moon itu sejalan dengan cuitan Trump yang mengklaim bahwa "tidak ada lagi ancaman nuklir dari Korea Utara".