AS akan menemukan cara menyeimbangkan membantu sekutu militernya, Uni Emirat Arab (UEA), tanpa melemahkan keunggulan militer kualitatif (QME) Israel.
Iran, Rusia, dan China berpendapat, Washington tidak memiliki hak memicu sanksi "snapback" sejak menarik diri dari JCPOA pada Mei 2018.
Iran, Rusia, China, Uni Eropa, Jerman, Prancis, dan Inggris menggambarkan langkah administrasi Trump sebagai tindakan melanggar hukum, sia-sia, dan batal serta bersuara dalam surat terpisah.
Netanyahu sudah lama memperdebatkan kesepakatan antara kekuatan utama, yaitu Inggris, China, Prancis, Jerman, Rusia, AS dengan Iran, musuh bebuyutan Israel sebagai cacat.
Menteri Luar Negeri, AS Mike Pompeo sebelumnya memperingatkan Dewan Keamanan PBB bahwa Washington akan mengembalikan sanksi internasional berdasarkan klausul snapback dari Resolusi 2231.
Pompeo akan bertemu dengan Duta Besar Indonesia untuk PBB Dian Triansyah Djani untuk mengajukan keluhan tentang ketidakpatuhan Iran terhadap kesepakatan nuklir 2015.
Pompeo kemungkinan akan bertemu dengan Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Duta Besar Dian Triansyah Djani, Dian Triansyah Djani untuk menyampaikan keluhan tersebut.
Snapback Amerika sangat ilegal sehingga tidak dapat diterima, dan mereka tahu bahwa mereka tidak dapat menggunakannya
Itu disampaiakn setelah Dewan Keamanan PBB dengan keras menolak resolusi yang diajukan AS untuk memperpanjang embargo senjata terhadap Iran.
Washington menjamin, Israel menerima senjata AS yang lebih canggih daripada yang diperoleh negara-negara Arab, yang dilabeli "Qualitative Military Edge" atas tetangganya.