Korea Utara melakukan ujicoba rudal balistik Sabtu (29/4), kata militer Korea Selatan dan AS, menentang tekanan kuat dari Amerika Serikat dan sekutu utama.
Juru Bicara, Moon Jae-in mengatakan, langkah militer Amerika Serikat (AS) untuk menerapkan Sistem pertahanan anti-rudal, Terminal Hight Altitude Area Defence (THAAD) sangat disesalkan, Rabu (26/4).
Pasukan Militer Amerika Serikat mulai memindahkan sistem pertahanan antirudal, Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) yang kontroversial ke Korea Selatan (Korsel) di tengah memuncaknya ketegangan mengenai program rudal dan nuklir Korea Utara
USS Michigan bukan kapal selam biasa. Kapal tersebut dibekali tenaga nuklir untuk mengangkut 154 rudal jelajah Tomahwak.
Agenda dadakan diperkirakan karena Pyongyang sedang bersiap melakukan uji coba rudal atau uji coba nuklir keenamnya yang kemungkinan jatuh pada Selasa (25/4) tepat peringatan 85 tahun berdirinya Tentara Rakyat Korea (TRK).
Korea Utara telah melakukan lima kali uji coba senjata nuklir, dua kali pada tahun lalu dan melakukan sejumlah uji coba rudal balistik sebagai aksi menentang sanksi PBB.
Konspirasi untuk mengganggu gencatan senjata yang didapat dengan susah payah di Suriah.
Amerika Serikat bersama para sekutu serta Cina, memberikan tanggapan terhadap uji rudal balistik terbaru Korut yang gagal
Korut melakukan percobaan peluncuran rudal di dekat Sinpo (bagian timur Korut) pagi ini. Tapi gagal, kata militer Korsel.
Ini merupakan kali pertama Korut memamerkan rudal balistik kapal selamnya, menyusul ancaman dari Amerika Serikat (AS) atas nuklir Korut.