Pada Sabtu (17/6), para pemimpin Afrika akan melakukan perjalanan untuk bertemu Putin di kota Rusia St Petersburg.
Negara-negara Afrika dan Asia Tengah dan Asia Selatan, yang telah berubah dari pro-Amerika menjadi pro-Rusia.
Demam babi Afrika selama bertahun-tahun telah mengganggu pasar daging babi global senilai US$250 miliar.
Lonjakan pasokan Rusia terjadi menjelang pertemuan antara Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu mereka termasuk Rusia pada 4 Juni.
PBB mengatakan bahwa lebih dari 43 juta orang di seluruh Somalia, Ethiopia, dan Kenya sangat membutuhkan bantuan penyelamat dan penopang hidup.
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mendesak pemerintah agar menggencarkan edukasi terkait African Swine Fever (ASF) atau virus demam babi Afrika. Sebab masih banyak masyarakat yang belum mengetahui virus tersebut.
Menteri luar negeri Ukraina mengatakan kepada utusan China bahwa Kyiv tidak akan menerima proposal perdamaian apa pun yang melibatkan hilangnya wilayah ke Rusia atau yang akan membekukan konflik.
Ramaphosa mengatakan telah melakukan panggilan telepon terpisah dengan Putin dan Zelenskyy selama akhir pekan.
Washington telah berulang kali memperingatkan negara-negara agar tidak memberikan dukungan material kepada Rusia.
Pihak Singapura sangat terbuka untuk mendiskusikan langkah-langkah teknis agar ke depan ekspor babi hidup dapat kembali berjalan, mengingat Pulau Bulan merupakan penyuplai terbesar kebutuhan babi bagi Singapura.