PBB selalu mengalami kelumpuhan akut ketika berhadapan dengan kejahatan Israel terhadap Palestina. Padahal Israel negara penjajah telah melakukan kejahatan luar biasa dengan menyerang Palestina tanpa membedakan antara tentara dengan rakyat sipil termasuk perempuan dan anak-anak.
Kita berharap IPU (Inter-Parliamentary Union) segera membentuk pertemuan darurat agar kita bisa menyelesaikan masalah ini, termasuk PUIC (Parliamentary Union of the OIC Members States) atau Parlemen Anggota OKI, Parlemen Asia, dan Parlemen ASEAN, sehingga betul-betul suara untuk hentikan kekerasan di Gaza khususnya bisa dieksekusi segera.
Wakil Ketua BKSAP DPR Putu Supadma Rudana menyatakan BKSAP DPR RI telah sejak lama konsisten memperjuangkan kehadiran adanya gender equality atau kesetaraan gender di Parlemen.
Serbuan Hamas atas Israel adalah akibat penyerangan pendudukan Israel yang terus menerus terhadap Masjid Al-Aqsa, aneksasi atas tanah warga Palestina, provokasi sentimen anti-Palestina, Yahudisasi yang terus meluas, dan blokade dan isolasi Jalur Gaza sejak tahun 2006 yang menyebabkan krisis kemanusiaan yang sangat parah.
Respon yang ditunjukkan beberapa negara besar seperti AS dan Inggris sangat pro Israel. Ini tentu saja tak akan menyelesaikan akar masalah. Jika ingin menurunkan tensi konflik di sana, negara-negara besar harus bersikap adil dan netral.
BKSAP mendorong penguatan organisasi APA dalam implementasi resolusi dan juga evaluasi program-program tersebut serta mendukung pembentukan komite perempuan di APA.
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon, bertemu dengan Ketua Parlemen Azerbaijan Milli Majlis Sahiba Gafarova.
Fadli Zon menekankan pentingya menjaga kawasan ASEAN agar tetap stabil untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat kawasan.
Wakil Ketua BKSAP Putu Supadma Rudana memimpin Komite Organisasi dalam agenda `ASEAN Inter-Parliamentary Assembly` (AIPA) ke-44.
Jadi pendekatannya adalah pendekatan ekonomi yang kita dorong, ini kesepakatan sebetulnya sudah disetujui di AIPACODD di Bogor beberapa waktu yang lalu. Jadi kali ini, di Sidang Umum AIPA ini menyetujui, menguatkan, mengokohkan keputusan yang sudah dibuat di AIPACODD.