Kesepakatan ini lahir menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Uni Eropa yang digendakan membahas masalah krisis migran dan pertahanan di perbatasan.
Dengan membawa spanduk bertuliskan #NoBanNoWall, massa menuntut Trump mencabut kebijakan larangan masuk bagi pengungsi dan imigran.
Hingga saat ini, Libya, Tunisia, dan Niger disebut-sebut menjadi mitra strategis terdepan untuk menerima kucuran dana tersebut.
Gubernur Quebec, Philippe Cuillard juga menekankan keamanan harus diperketat untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Namun, sebenarnya AS sendiri menjadi besar dan memiliki kemajuan berkat para imigran.
Mark Zuckerberg, menyatakan sikapnya dan telah memosting catatan panjang soal larangan imigran masuk ke AS.
Alasan Mark bahwa Amerika serikat memang sudah menjadi bangsa imigran. Bahkan mendapat manfaat berkat kecerdasan dan pekerja terbaik yang berkontribusi untuk negara.
Wali Kota New York, Bill de Blasio mengatakan, akan menentang perintah eksekutif Presidennya.
Ribuan mahasiswa di Amerika melakukan unjuk rasa menuntut agar kampus memberikan perlindungan bagi imigran gelap, gay, Muslim dan minoritas lainnya.
Presiden Amerika Serikat terpilih, Donald Trump akan menepati janjinya untuk mendeportasi jutaan imigran tak berdokumen dari Amerika Serikat.