Setidaknya 12 orang Israel, termasuk dua anak, tewas oleh roket yang ditembakkan oleh Hamas dan kelompok bersenjata lainnya dari Gaza selama pertempuran, yang dimulai pada 10 Mei.
Kanselir Angela Merkel pada Kamis (20/5) menegaskan posisinya untuk membela hak Israel mempertahankan diri, dari tembakan roket dari Jalur Gaza.
Peristiwa ini memicu eskalasi kekerasan lebih jauh dan disusul aksi Hamas meluncurkan serangan roket ke Israel. Israel mengklaim mendapat justifikasi untuk melakukan aksi militer ke wilayah Palestina.
Momen hari raya Idul Fitri kerap disambut bahagia oleh seluruh pemeluk muslim, namun tidak demikian dengan Palestina. Bagaimana tidak, mereka harus merayakan hari raya dengan serangan roket yang dilancarkan tentara Israel.
Hingga Selasa malam, serangan Israel di Gaza telah menewaskan 28 warga Palestina, termasuk sembilan anak, dan melukai 152 lainnya. Dua orang Israel tewas dalam serangan roket.
Di Jalur Gaza, otoritas Palestina telah melaporkan kematian 20 orang, termasuk sembilan anak-anak, ketika Israel menyerang militan yang menembakkan roket ke Yerusalem.
Serangan itu terjadi di tengah kunjungan delegasi tingkat tinggi AS ke Irak, yang dipimpin oleh Koordinator Gedung Putih untuk Timur Tengah dan Afrika Utara Brett McGurk
Roket prototipe SpaceX Starship yang tidak berawak gagal mendarat dengan selamat pada Selasa (30/3), setelah peluncuran uji coba dari Boca Chica, Texas.
Rencana peluncuran awak NASA berikutnya ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dengan menumpang roket SpaceX, kini mundur dua hari dari jadwal sebelumnya menjadi 22 April 2021.
Iran mengutuk serangan udara AS terhadap milisi yang didukung Iran di Suriah, dan membantah bertanggung jawab atas serangan roket yang menargetkan milisi AS di Irak yang mendorong serangan hari Jumat.