Lebih dari 500 pekerja migran Indonesia (PMI) di Hong Kong mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam kontestasi Pilpres 2019.
Di hadapan ratusan anggota Serikat Pekerja Nasional (SPN), Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan dirinya untuk kedua kalinya bertemu dengan mereka dalam acara yang sama
Standar Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang cukup tinggi bakal menjadi prioritas Jepang dalam menampung pekerja. Alasannya, kualifikasi pekerja yang diinginkan Jepang sejalan dengan PMI yang dimiliki Indonesia.
Penggalangan dana tersebut, kata Ketua Fraksi PKB DPR RI Cucun Ahmas Syamsurijal, dilakukan melalui seluruh elemen santri di parlemen.
Tingkat pelanggaran terhadap hak, diskriminasi, dan kekerasan yang dialami pekerja perempuan lebih besar.
Selain program pemagangan, pekerja migran Indonesia yang bekerja di Jepang pun memperoleh pendapatan yang besar yakni bisa mencapai Rp35 juta rupiah.
Partai Golkar mengingatkan pemerintahan Presiden Jokowi untuk tidak mencabut moratorium terkait pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Arab Saudi.
Pemerintahan Indonesia dinilai lemah dalam daya tawar untuk membela nasib pekerja migran Indonesia (PMI) yang berada di luar negeri. Hal itu menyusul eksekusi mati Tuti Tursilawati di Arab Saudi tanpa pemberitahuan.
Anggota MPR mempertanyakan penegakan hukum di Arab Saudi terkait eksekusi mati Pekerja Migra Indonesia (PMI) Tuti Tursilawati. Alasannya, penegak hukum Arab Saudi tidak memproses pelaku pemerkosaan terhadap Tuti.
Tuntutan ini menyusul terjadinya eksekusi mati yang dilakukan oleh Saudi terhadap PMI Tuti Tursilawati pada Senin, 29 Oktober lalu.