Arab Saudi berjanji untuk meningkatkan produksi karena perang harga minyak mengguncang industri energi global setelah berakhirnya perjanjian pasokan dengan anggota OPEC lainnya.
Perusahaan minyak besar di seluruh dunia membatalkan pesanan untuk minyak Saudi tambahan pada April dan Mei setelah Riyadh tidak setuju memangkas potongan biaya pengiriman berdasarkan syarat kontrak standar.
Lonjakan ekspor pangan pertaniannya dari Iran selama dua tahun terakhir, dipicu oleh sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap ekspor minyak. Hal itulah yang mendorong petani di Iran beralih menanam gandum dan beras.
virus corona adalah faktor paling signifikan yang mempengaruhi ekonomi dan menyebabkan penurunan harga minyak.
Syahrul berjanji akan memastikan ketersediaan pangan dasar, seperti beras, minyak goreng, gula, bawang putih dan beberapa komoditas lainnya secara maksimal sesuai standar kebutuhan rakyat.
Ada 11 komoditas pokok yang dikawal, antara lain beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi/kerbau, daging ayam ras, telur ayam ras, gula pasir, dan minyak goreng.
Setelah pengumuman ini, harga minyak mentah jenis WTI naik 5,1 persen ke US$ 33,13 per barel sementara Brent naik 5,1 persen ke US$ 34,93 per barel
Platform S1 telah dibangun di galangan kapal di Khorramshahr, sekitar 830 kilometer dari ladang minyak Salman di Iran barat daya.
"Kesempatan untuk memperbanyak stock Minyak, ingat tidak lama lagi akan masuk bulan puasa dan lebaran. Segala upaya perlu dilakukan demi menjaga stabilitas dan ketersediaan," tegas Sartono
SKK Migas memantau kegiatan investasi dan produksi KKKS, melalui rencana pengembangan lapangan (Plan of Development)