Penyaluran paket LPG tersebut merupakan bagian dari penugasan Pemerintah dalam Program Konversi BBM ke LPG bagi nelayan dan petani yang telah berjalan sejak tahun 2016.
Kalangan dewan meminta pemerintah untuk tidak terburu-buru menerapkan penyaluran subsidi tertutup liquefield petroleum gas (LPG) tabung 3 kg atau Elpiji Melon yang direncanakan berjalan pada 2022.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) selama libur Hari Raya Idul Fitri 1442 H aman. Pasokan BBM dan LPG juga dipastikan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, MH Said Abdullah menginginkan subsidi LPG tepat sasaran. Selain itu, akses masyarakat untuk mendapatkan subsidi juga semakin mudah.
Bamsoet menjelaskan, proyek gasifikasi batubara sebagai bagian dari hilirisasi industri batubara sudah digagas sejak dua puluh tahun lalu, namun realisasinya belum maksimal.
Kelompok masyarakat miskin saat ini masih kesulitan untuk mengakses bantuan subsidi energi seperti BBM, listrik, dan LPG.
Tabung gas LPG bersubsidi tiga kilogram sudah mulai mahal sejak Ramadan. Bahkan LPG tiga kilogram pernah mencapai harga Rp30.000.
Warga pun dihadapan dua pilihan, harus mengeluarkan uang dua kali lipat atau kembali menggunakan kayu bakar yang berpolusi.
Gas LPG 3 Kg mengalami kelangkaan di sejumlah daerah. Hal itu diakibatkan dari kegagalan manajemen dan pemerintah.
Darmin menjelaskan melalui subsidi energi tersebut, pagu subsidi BBM dan LPG mengalami kenaikan dari Rp32,3 triliun dalam APBN 2017 menjadi Rp51,1 triliun dalam RAPBNP 2017.