Australia berusaha menahan gelombang infeksi ketiga yang telah mengunci dua kota utamanya, Sydney dan Melbourne, dan ibu kotanya Canberra, menempatkan lebih dari setengah 25 juta penduduknya di bawah pembatasan tinggal di rumah yang ketat.
Pfizer-BioNTech telah menyerahkan data yang diperlukan tentang suntikan booster ke Food and Drug Administration (FDA), Moderna belum menyelesaikan prosesnya.
Australia, yang sebagian besar tidak divaksinasi karena langkanya pasokan suntikan Pfizer dan kegelisahan publik tentang vaksin AstraZeneca, sedang berjuang melawan gelombang terburuk dari virus corona baru sejauh ini.
Pfizer mengatakan, uji coba tahap pertengahan hingga akhir terbaru akan mendaftarkan 1.140 orang dewasa yang tidak dirawat di rumah sakit dengan virus corona yang tidak berisiko sakit parah.
FDA sedang mempertimbangkan suntikan booster vaksin Pfizer-BioNTech, tetapi sejauh ini hanya diperbolehkan bagi orang dengan sistem kekebalan yang lemah untuk menerima dosis ketiga dari suntikan Modern atau Pfizer.
Sekitar 900.000 dosis vaksin Pfizer diperkirakan akan segera tiba di Taiwan, menurut keterangan Menteri Kesehatan Chen Shih-chung pada Selasa (31/8).
Setengah juta dosis yang dikirim Singapura akan berasal dari stok yang ada dan negara itu memiliki cukup untuk memenuhi kebutuhannya saat ini.
Seorang perempuan di Selandia Baru meninggal dunia usai mendapatkan suntikan vaksin Pfizer. Menurut keterangan Dewan Pemantau Keamanan Independen Vaksin Covid-19, penyebab kematian itu ialah miokarditis atau radang otot jantung.
Dewan pemantau keamanan vaksin COVID-19 independen menganggap bahwa kematian wanita itu karena miokarditis, yang diketahui sebagai efek samping langka dari vaksin Pfizer COVID-19.
Efektivitas dosis kedua vaksin Pfizer-BioNTech berkurang enam bulan setelah pemberian, sehingga diperlukan booster.