Caracas mengatakan dalam beberapa tahun terakhir berhasil menggagalkan beberapa upaya pembunuhan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro yang berkuasa saat ini.
Tuduhan baru terhadap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, yang diumumkan dalam dakwaan baru pada hari sebelumnya, menunjukkan bahwa Washington terobsesi dengan Venezuela.
Misi diplomatik Rusia, China, Iran, Suriah, Korea Utara, Kuba, Nikaragua, dan Venezuela mengirim surat kepada Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres terkait dampak negatif dari sanksi tersebut.
Menurut laporan resmi terbaru, Venezuela saat ini memiliki 42 kasus penyakit yang dikonfirmasi.
Imbauan yang baru berlaku mulai Senin (16/3) itu bertujuan memperlambat penyebaran virus corona.
Sumber resmi mengklaim bahwa banyak rakyat Venezuela yang sudah tewas akibat tindakan hukuman AS yang menghambat impor makanan dan obat-obatan Venezuela.
Maduro menuduh Washington menyusun rencana melawan pemerintahnya dan mengatakan Presiden AS Donald Trump sudah memberi perintah untuk mengisi Venezuela dengan kekerasan dengan dukungan Guaido.
Menurut statistik Perserikan Bangsa-Bangsa (PBB), setidaknya 3,3 juta orang sudah meninggalkan negara yang berpenduduk 30 juta sejak akhir 2015.
Perwakilan Khusus AS untuk Venezuela, Elliott Abrams mengatakan, Trump sudah membuat keputusan untuk mendorong lebih keras sanksi di sektor minyak Venezuela.
Washington mengklaim perusahaan Rusia yang berbasis di Swiss, Rosneft Trading SA, mendukung utama Presiden Venezuela, Nicolas Maduro dan Petroleos de Venezuela (PDVSA) dalam upaya untuk menghindari sanksi AS.