Washington bungkam atas kekejaman Israel terhadap Palestina dan tindakan kriminal mengerikan yang dilakukan koalisi pimpinan Saudi di Yaman.
Kunjungan Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett baru-baru ini ke Manama sebagai tindakan pengkhianatan yang dilakukan oleh para pemimpin Bahrain.
Setiap tindakan militer Israel terhadap Iran juga akan ditanggapi dengan tanggapan yang sangat intens dan keras dari pihak Republik Islam.
Sejak koalisi melakukan intervensi hampir tujuh tahun lalu untuk mendukung pemerintah Yaman, Arab Saudi secara teratur menuduh Iran memasok senjata canggih kepada Huthi dan Hizbullah melatih para pemberontak.
Israel kerap kali melakukan serangan terhadap pasukan Iran di Suriah, termasuk Hizbullah Lebanon yang dikerahkan selama dekade terakhir untuk mendukung Presiden Bashar al-Assad dalam perang Suriah.
Kelompok Syiah yang didukung Iran terus mengancam serangan teroris dan memberikan dukungan kepada organisasi teroris dan menimbulkan ancaman nyata dan kredibela bagi Australia.
Wawancara menteri itu dilakukan setelah komentar dari Menteri Informasi Lebanon George Kordahi tentang perang Yaman memicu perselisihan diplomatik dengan negara-negara Teluk.
Kerajaan mengulangi larangan sebelumnya pada warga yang bepergian ke Lebanon untuk kepentingan keselamatan mereka mengingat meningkatnya ketidakstabilan di negara itu.
Pemimpin Hizbullah Lebanon, Sayyid Hassan Nasrallah, mendesak penggantian penyelidik utama ledakan pelabuhan Beirut, yang dinilai bias dan memiliki kepentingan politis.