Pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni diyakini tidak begitu sulit untuk menyingkirkan kandidat petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Saiful Hidayat di Pilkada DKI Jakarta. Apa alasannya?
Partai pendukung pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Saiful Hidayat mulai pecah kongsi.
Koalisi Kekeluargaan harus bisa mencari sosok yang memiliki akseptabiltas dan elektabilitas tertinggi guna menyaingi petahana.
Golkar mulai bereaksi dengan ketidaknyamanan atas sikap PDIP yang memunculkan klaim sebagai "partai pengusung utama" pasangan cagub-cawagub petahana Ahok-Djarot.
Pasca PDI Perjuangan (PDIP) memutuskan dukungan kepada calon petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, kritikan keras pun menghampiri Megawati Soekarnoputri selaku ketua umum.
Partai politik (Parpol) pendukung calon petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat dinilai hanya sebatas `cangkangnya` atau tingkat alite partai.
Parpol yang belum menentukan calonnya di Pilkada DKI diharapkan mengusung figur yang dapat menyaingi calon petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Mantan menteri pendidikan Anies Baswedan salah satu yang disebut-sebut sebagai kandidat kuat yang dapat menyaingi calon petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pilkada DKI.
Jakarta - Sejak resmi menyatakan mengusung pasangan cagub-cawagub petahana DKI Ahok-Djarot, rumor berkembang PDIP akan mengambil alih posisi ketua tim pemenangan kandidat usungannya. Sebelumnya, ketua tim pemenangan Ahok ditempati kader Golkar, Nusron Wahid.
Dengan dikawal langsung ketua umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, pasangan Cagub-Cawagub petahana Jakarta, Ahok-Djarot mendaftar di KPUD DKI di kawasan Senen.