Gambar dari citra satelit menunjukkan bahwa pasaukan AS secara mengekstrasi dan mengekspor minyak secara besar-besaran untuk diproses di luar Suriah.
Trump mengatakan Washington akan menyimpan sejumlah kecil pasukan AS akan tetap di Suriah di mana mereka memiliki minyak.
Selain itu, mereka juga merumuskan perkiraan untuk produksi dan distribusi minyak, produk minyak, gas alam dan gas cair untuk tahun 2020.
Setelah bertahun-tahun tertekan harga minyak, Arab Saudi, di bawah kepemimpinan Putra Mahkota Mohammad Bin Salman, memperkenalkan program Vision 2030
Asosiasi Perdagangan Minyak Nabati India (SEAI) meminta anggotanya untuk tak lagi membeli minyak kelapa sawit dari Malaysia, sebagai bentuk hukuman karena mengkritik India atas atas kebijakannya terhadap Kashmir.
Serangan itu merupakan tanggapan terhadap perang yang dipimpin Arab Saudi di negara mereka. Namun, Riyadh dan Washington justru menduing Iran di balik serangan itu.
Output minyak negara itu turun hampir 1,3 juta barel per hari pada September, dari bulan sebelumnya, menurut data yang disampaikan kepada Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC).
Televisi pemerintah Iran mengidentifikasi kapal sebagai tanker minyak Sinopa, tetapi NIOC kemudian mengklarifikasi nama kapal yang diserang adalah Sabiti.
Kapal tanker milik Perusahaan Minyak Nasional Iran tersebut, mengalami kerusakan parah dan menumpahkan minyak ke Laut Merah sekitar 60 mil dari Jeddah.
Afrika terus menjadi salah satu wilayah teratas dalam penemuan minyak dan gas skala besar. Tiga tahun lalu, lima dari 10 penemuan minyak terbesar terjadi di benua itu.