Komoditas pertanian asal Sumatera Utara tersebut hanya diekspor ke Asia, namun jugake negara-negara di benua Amerika, dan Eropa juga di Timur Tengah.
Peningkatan ini terjadi karena faktor barang yang diekspor tidak lagi dalam berbentuk barang mentah, akan tetapi sudah diolah menjadi makanan bermutu yang digemari masyarakat dunia.
Dodih sudah memasarkan produk sayuran bersama kelompok taninya ke berbagai daerah seperti Bandung, Jakarta, Tasikmalaya, dan Padalarang.
Dari permohonan sertifkasi ekspor tercatat sebanyak 725,3 ton tiga buah segar primadona ini berhasil masuk pasar negara tujuan di tengah pandemi virus corona (COVID-19).
Salak sari intan merupakan varietas unggul inovasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbang) yang dirilis di Kabupaten Bintan.
Januari 2020, volume ekspor SBW Indonesia mencapai 72,8 ton atau senilai Rp 407.261.414.000.
kegiatan ekspor kali merupakan jalan keluar mendukung perekonomian dengan mengorientasikan medical solution juga sekaligus bertujuan kepada ketahanan pangan masyarakat.
Di tengah virus corona, negara-negara Teluk bergantung pada impor makanan antara 80% hingga 90% dari permintaan lokal mereka.
Iran sudah mengirimkan 135 juta metrik ton barang dan produk non-minyak mentah ke negara lain antara Maret 2018 dan Maret 2020.