Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo berharap pembicaraan nuklir dengan Korea Utara, dapat dimulai kembali dalam waktu cepat.
Korea Utara (Korut) kembali menembakkan dua rudal balistik jarak pendek di lepas pantai timur, pada Rabu (31/7) pagi.
Kementerian Antar Korea yang bertanggung jawab atas hubungan dua negara, sudah memberi tahu Pyongyang, bahwa ABK mereka yang ditahan akan kembali
Sebuah kapal Korea Utara dengan tiga awaknya tertangkap tangan melintasi perbatasan laut Korea Selatan
Meskipun Pyongyang menyebut tes itu sebagai peringatan keras terhadap tetangga koreanya, Trump mengatakan, rudal tersebut merupakan peluru kendali jarak dekat yang banyan dimiliki negara lain.
Trump menggambarkan China, Brunei, Hong Kong, Kuwait, Makao, Qatar, Singapura, UEA, Meksiko, Korea Selatan, dan Turki sebagai negara kaya.
Menyusutnya ekonomi Korut terjadi pasca dijatuhi sanksi internasional terkait proyek nuklir, serta kekeringan parah yang melanda negara tersebut.
Korea Utara melakukan uji coba dua rudal balistik jarak pendek baru pada Kamis (25/7). Uji coba tersebut merupakan pertama kali sejak Kim Jong un dan Presiden AS, Donald Trump sepakat melakukan denuklirisasi bulan lalu.
Korea Utara menembakkan dua rudal jarak pendek ke Laut Timur, yang juga dikenal sebagai Laut Jepang.
Awak Korea Selatan yang ditahan tinggal di sebuah hotel di Wonsan, Korea Utara, dan sedang diselidiki,