Pengusaha Sandiaga Uno yang juga Wakil Gubernur DKI Jakarta disebut memberi mahar sebesar Rp 500 miliar kepada Partai Amanat Nasional dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Koalisi Partai Demokrat dengan Partai Gerindra seketika hancur lebur. Pertemuan Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang sedianya digelar malam ini terpaksa batal.
Jelang berakhirnya pendaftaran calon Capres-Cawapres di KPU, Prabowo Subianto belum juga mengumumkan siapa yang akan mendampinginya di Pilpres 2019 mendatang.
Partai Gerindra, PAN, PKS, dan PA 212 belum ada kesepakatan terkait calon wakil presiden (Cawapres) yang akan mendampingi Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019 mendatang.
Petinggi partai pendukung Prabowo Subianto, yakni Partai Gerindra, PKS, dan PAN menggelar pertemuan di kediaman Pengusaha Maher Algadri. Pertemuan tersebut minus Partai Demokrat.
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto meminta agar Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyno (SBY) sebagai mentor dalam pemenangan Pilpres 2019 mendatang.
Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri mengapresiasi sikap Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal dukungan kepada Prabowo Subianto sebagai Capres pada Pilpres 2019.
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggelar pertemuan dengan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri. SBY dan Salim bernostalgia.
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggelar pertemuan dengan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri. SBY dan Salim bernostalgia.
Setelah resmi menyatakan dukungan sebagai Capres pada Pilpres 2019, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menitipkan pesan kepada Ketum Gerindra Prabowo Subianto.