Di bawah komando Menteri Pertanian (Kementan) Syahrul Yasin Limpo, Kementerian Pertanian (Kementan) sangat mendukung inovasi teknologi yang menunjang produktivitas pertanian Indonesia.
Kurang lebih lahan seluas 200 m2 yang berada di Balai Penyuluhan Pertanian, Ciputat, Tangerang Selatan dipenuhi lebih dari 60 jenis varietas tanaman merambat ini.
Produk horti Indonesia saat ini benar-benar dibutuhkan masyarakat dunia. Mereka butuh sayur dan buah segar yang asli dari Indonesia.
Dia berharap, ke depannya lebih banyak lagi pabrik peternakan yang mulai mengembangkan industri 4.0 dari mulai hulu sampai hilirnya untuk bersaing dengan negara maju.
Pemanfaatan KUR paling besar oleh subsektor perkebunan kemudian diikuti oleh tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan.
Saat ini ada dua produk olahan hortikultura yang terhambat, yakni cabe bubuk akibat ditemukannya cemaran pangan otoritas karantina Mesir.
Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong tumbuhnya UMKM hortikultura guna meningkatkan nilai tambah produk hortikultura serta meningkatkan diversifikasi olahan untuk memenuhi pasar domestik dan ekspor.
Penjualannya tidak hanya sebatas produk segar namun juga dalam bentuk simplisia. Sentra terbesar kunyit tersebar di Jawa Timur (53,5 %), Jawa Tengah (15,65 %), Jawa Barat (8,85 %) dan Sulawesi Selatan (4,92 %).
Strategi yang dibuat oleh Direktorat Jenderal Hortikultura untuk menghadapi dampak perubahan iklim, antara lain yakni berupa antisipasi, adaptasi, dan mitigasi.
Temanggung dan Wonosobo adalah kabupaten subur yang cocok untuk pengembangan hortikultura. Apalagi, dua kabupaten itu terbukti mampu menjadi penyangga kebutuhan sayur nasional.