Tren penggunaan masker menurun sehingga menyebabkan kasus terpapar Covid-19 alami kenaikan.
Tahun 2020, Pemerintah, Satgas Penanganan Covid-19, TNI-Polri berusaha keras memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Satgas Pengendalian Covid-19 mencatat tingkat kepatuhan masyarakat dalam memakai masker turun dari 83,67 persen pada bulan September 2020 menjadi 57,78 persen pada awal Desember 2020.
dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH menyebut program vaksinasi hanya akan sukses apabila masyarakat tetap menggalakkan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak).
Vaksin bukanlah obat mujarab, karena akan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk diluncurkan ke negara di mana virus merajalela dan tindakan kesehatan masyarakat seperti jarak sosial dan pemakaian masker ditolak oleh sebagian besar penduduk.
Edukasi pada masyarakat ini juga akan dilakukan secara digital melalui sosial media Pemprov DKI.
Memanfaatkan kecanggihan teknologi harus dilakukan, selain dari imbauan pemerintah selama ini, yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan
Imbauan tersebut menyebutkan, jika seseorang tidak dapat menjaga jarak fisik setidaknya 1 meter, orang-orang di lokasi dalam ruangan tersebut, termasuk anak-anak dan siswa berusia 12 atau lebih juga harus mengenakan masker meskipun ruangannya berventilasi baik.
Lapisan anti virus menyerang droplet cairan yang mengandung virus sehingga yang menggunakan masker tidak tertular oleh virus tersebut.
Kedua hal tersebut adalah upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Hanya saja, penerapan praktik 3T masih perlu ditingkatkan pemahamannya di masyarakat, mengingat masyarakat lebih mengenal 3M yang kampanyenya dilakukan terlebih dahulu dan gencar.