Menko Muhaimin Dorong Jumlah Sekolah Rakyat di NTT Ditambah untuk Mengentaskan Kemiskinan
Pemerintah memproyeksikan penuntasan buta aksara pada 2030 mendatang. Karena itu, pendidikan nonformal dan informal (PNFI) diperkuat guna mengurangi angka buta aksara pada masyarakat, salah satunya melalui pendidikan keaksaraan.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Kemdikdasmen) menekankan komitmen pengentasan buta aksara di Indonesia, dengan pelibatan pemangku kepentingan pendidikan, mitra strategis, dan masyarakat.
Silakan teknisnya dikonsultasikan dengan pelaksana. Untuk urusan rumah layak huni bisa langsung ke PKP, sementara program lainnya akan dikoordinasikan sesuai bidang masing-masing. Harapan kita, masyarakat Indonesia bisa segera keluar dari kemiskinan dan kemiskinan ekstrem tahun depan
Sebanyak 40 guru siswa disabilitas di Jakarta mendapat pelatihan membaca Al-Quran bahasa isyarat yang digelar di Masjid Baitut Tholobin Kemendikdasmen.
Di sana ada Sekolah Rakyat, mohon untuk diawasi, diperkuat dan jadi model pengentasan kemiskinan yang terintegrasi
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar, mendorong sinergi antarpemangku kepentingan untuk mengentaskan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem di Indonesia.
Menjelang Hari Aksara Internasional (HAK) 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) melakukan kolaborasi untuk mengentaskan masalah buta aksara di Indonesia.
Menko PM A. Muhaimin Iskandar menyatakan Sekolah Rakyat adalah program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang berperan signifikan dalam upaya pengentasan kemiskinan