PBB mendesak penyelidikan independen terhadap pembunuhan yang diakibatkan tindakan yang tidak bermoral tersebut.
Jaksa Penuntut Umum Sudan memerintahkan Presiden Omar al-Bashir untuk diinterogasi atas tuduhan pencucian uang dan pendanaan terorisme.
Dewan mengatakan dalam sebuah pernyataan sebelum pertemuan pada Rabu (24/4) bahwa pihaknya bersedia untuk membahas proposal dari koalisi kelompok di belakang protes untuk memindahkan kekuasaan segera ke pemerintah sipil transisi.
Pengunjuk rasa lain mengatakan Sudan membutuhkan kepemimpinan yang baik dan bukan bantuan asing.
Para pemimpin oposisi mengatakan pada Minggu mereka menunda pembicaraan dengan para penguasa militer karena tidak percaya janji mereka untuk memindahkan kendali negara Afrika Utara.
Di antara negara itu menurut laporan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), Yaman, Sudan Selatan, Venezuela, Sudan, Zimbabwe, Kamerun, Burkina Faso, Haiti, Afghanistan dan Nigeria.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Ahmed Awad Ibn Auf mengumumkan pengunduran dirinya dari dewan di TV pemerintah dan menyebut Abdel Fattah Burhan sebagai penggantinya.
enguasa militer negara itu bersikeras bahwa mereka akan membuka jalan bagi pemerintahan sipil.
Menteri Pertahanan Sudan Awad Mohammed Ibn Ouf mengumumkan bahwa militer telah memakzulkan dan menangkap Presiden Omar al-Bashir
Pria kelahiran 1 Januari 1944 ini sudah dikenal kental darah militernya, semenjak bergabung sebagai penerjun payung pada usia muda.