PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mendapat berbagai tuduhan negatif. Perusahaan plat merah itu dikabarkan telah melakukan diskriminasi terkait dana program CSR terhadap perbaikan sarana ibadah.
Satelit yang diluncurkan pada 13 Agustus 1999 itu mengalami kegagalan beroperasi pada 25 Agustus 2017.
Masyarakat jelas dirugikan akibat matinya satelit Telkom 1 yang rusak tahun lalu lantaran berimbas pada matinya ribuan mesin ATM milik sejumlah bank di Indonesia.
PT Telkom mengalami beberapa masalah, seperti gagal beroperasinya Satelit Telkom 1 dan saham yang terus anjlok sejak Oktober tahun lalu.
Telkom sebagai Digital Telecommunication Company selama ini selalu menjadikan program CSR sebagai pemberdayaan komunitas.
Diduga terjadi pelangaran lantaran kebijakan manajemen Telkom yang memperpanjang usia satelit Telkom 1 hingga 2019.
Selaku Dirut PT Telkom, Alex J Sinaga juga musti diperiksa atau dimintai keteranganya terkait dugaan itu. Sebab jika tidak, hal itu dikhawatirkan bakal merugikan PT Telkom sendiri.
Dugaan ketidakadilan itu, kata dia, tak ayal seperti jaman penjajahan. Secara moral kebangsaan seharusnya PT Telkom tidak membeda-bedakan ras, suku agama dan antar golongan.
Dikatakan Asep, pihaknya menduga banyak aturan yang dilanggar oleh Telkom. Pun termasuk salah satunya terkait diperpanjangnya masa orbit satelit Telkom 1.
Dirut PT Telkom Alex J Sinaga yang diduga melakukan penyelewengan dana CSR untuk kepentingan kelompok-kelompoknya.