Kegiatan ini menjadi rangkaian Muktamar PKB di Bali pada 20-21 Agustus
Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) turut merasakan kehilangan, atas wafatnya kiai karismatik KH Maemun Zubair
Kabar duka tersebut disampaikan oleh anak almarhum Kiai Arifin Ilham, Alvin Muhammad Alvin Faiz
"Tentu saja akan dibahas hal-hal strategis apa yang akan dijalankan baik parpol pendukung Jokowi-Ma`ruf Amin," ujar Hasto.
"Kita tasyakuran saja dan menyampaikan rasa terimakasih. Sebab kerja kita bersama sudah berbuah kemenangan untuk Paslon 01," ujar Ketua Umum Sahabat Indonesia Maju (SIMA) Kris Cantra.
"Ulama itu adalah pewaris para nabi. Jadi tidak sembarangan menyebut dirinya ulama," kata Kiai Afif.
"Di Sumbar boleh jadi Pak Jokowi-Amin kalah, Aceh boleh jadi Pak Jokowi-Kiai Ma`ruf kalah, tetapi percayalah, kebijakan pembangunan Pak Jokowi tidak akan membeda-bedakan. Satu daerah dengan daerah yang lain," jelas Hasto.
Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, A. Bakir Ihsan, mengatakan, kemenangan paslon 01 di Jatim tidak terlepas dari soliditas warga nahdliyin yang masif, dengan dukungan kiai sepuh NU yang memiliki pesantren dengan jaringan alumni yang luas
"Kenapa kita tidak menyatakan sudah menang? Karena kita menghormati aturan. Aturannya yang berhak menyatakan menang atau tidak menang itu KPU berdasarkan real count," ujar Kiai Ma`ruf.
"Ya jangan bunyi (cebong-kampret) lagi. Selesai sampai kemarin. Kita kubur, ada cebong ada kampret kubur saja," ujar Kiai Ma`ruf.