Dua serangan pesawat tak berawak menghantam fasilitas Abqaiq dan Khurais. Abqaiq adalah rumah bagi pabrik pengolahan minyak terbesar milik negara, Saudi Aramco.
Sepuluh drone yang diterbangkan gerakan Ansarullah Yaman untuk menyasar fasilitas minyak utama Arab Saudi di Abqaiq dan Khura pada Sabtu (14/9).
Untuk memasok kembali minyak mentah 5,7 juta barel per hari bisa memakan waktu berminggu-minggu.
Padahal Washington pada Minggu (15/9) kemarin menuding Iran sebagai dalang atas serangan drone yang menargetkan pabrik minyak Arab Saudi.
Pompeo menuding Iran sebagai dalang serangan terhadap pabrik minyak Saudi, yang menyebabkan pemangkasan setengah dari produksi kerajaan.
AS harus mempertimbangkan untuk membom kilang minyak Iran, jika Teheran terus meningkatkan pengayaan nuklirnya ke tingkat yang lebih tinggi.
Saudi Aramco, yang memompa sekitar 9,8 juta barel per hari pada Agustus, akan dapat menjaga pelanggan dipasok selama beberapa minggu dengan menggambar pada jaringan penyimpanan global.
Pemberontak Houthi Yaman telah mengklaim bertanggung jawab atas dua serangan pesawat tak berawak terhadap fasilitas minyak yang dioperasikan oleh Saudi
Perusahaan Petrokimia Nasional Iran (NPC), mengatakan, volume ekspor produk-produk olahan minyak saat ini menyumbang sepertiga dari hasil tahunan Iran.
Mantan Direktur Utama Pertamina Energy Trading Ltd (Petral), Bambang Irianto ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap perdagangan minyak mentah dan produk kilang di Pertamina Energy Services Pte. Ltd (PES) oleh KPK.